Pernahkah Anda memperhatikan foto jam tangan dalam iklan selalu menunjukkan pukul 10:10?
Sekilas, posisi ini tampak seperti kebetulan, tetapi ternyata ada alasan khusus di baliknya.
Mulai dari penempatan logo, keseimbangan visual, hingga strategi pemasaran, semuanya dipertimbangkan secara cermat.
Lantas, mengapa industri jam tangan begitu sering memilih posisi 10:10 dibandingkan waktu lainnya?
Estetika dan Branding Visual
Pernah bertanya mengapa jarum jam dalam iklan hampir selalu menunjukkan pukul 10:10? Jawabannya ternyata berkaitan erat dengan bagaimana mata manusia membaca sebuah desain.
Alasan pertama adalah logo. Sebagian besar merek jam menempatkan logo di bagian atas dial, tepat di bawah angka 12. Posisi jarum 10:10 membingkainya secara simetris.
Ketika jarum berada pada posisi tersebut, keduanya membentuk pola seperti huruf V terbalik. Ruang di tengah tetap terbuka sehingga logo dapat terlihat jelas dan tidak tertutup jarum.

Keuntungan lainnya adalah posisi 10:10 tidak banyak mengganggu elemen penting pada dial. Indeks, tulisan, logo, serta berbagai detail desain tetap mendapatkan ruang visual yang cukup.
Hal ini semakin penting pada jam chronograph. Sub-dial biasanya ditempatkan di beberapa area dial, sehingga posisi jarum yang terbuka membantu mempertahankan keterbacaan sekaligus menampilkan karakter jam.
Begitu pula dengan date window yang sering berada di sekitar angka 3. Jarum pada posisi 10:10 tidak menutup area tersebut, sehingga fungsi dan desain jam tetap terlihat.
Dari perspektif desain, 10:10 juga menghasilkan keseimbangan visual. Kedua jarum bergerak ke arah berlawanan dengan sudut yang hampir identik, menciptakan komposisi yang terasa rapi dan harmonis.
Menariknya, alasan estetika ini mendapat dukungan dari penelitian psikologi. Jurnal Frontiers in Psychology menerbitkan penelitian berjudul “Why Is 10 Past 10 the Default Setting for Clocks and Watches in Advertisements?” pada 2017.
Penelitian Karim, Lützenkirchen, Khedr, dan Khalil menguji bagaimana tampilan 10:10 dibandingkan 11:30 dan 8:20. Hasilnya menunjukkan bahwa 10:10 menghasilkan respons kesenangan yang lebih tinggi.
Para peneliti juga menemukan bahwa peserta cenderung melihat 10:10 menyerupai wajah tersenyum, sementara 8:20 menyerupai ekspresi sedih.
Namun, penelitian tersebut tidak berarti 10:10 secara otomatis membuat seseorang membeli jam. Efeknya lebih tepat dipahami sebagai peningkatan respons emosional dan berkurangnya keengganan terhadap produk.
Jadi, 10:10 bukan sekadar kebiasaan fotografer atau angka yang dipilih secara asal. Ia merupakan perpaduan estetika, keterbacaan, branding, dan psikologi visual yang sangat efektif.
Mitos vs Fakta Sejarah
Ada banyak cerita menarik mengenai alasan jam tangan dalam iklan hampir selalu menunjukkan pukul 10:10. Beberapa di antaranya terdengar meyakinkan, tetapi ternyata tidak memiliki dasar sejarah.
Mitos pertama mengaitkan posisi 10:10 dengan kematian tokoh terkenal seperti Abraham Lincoln, John F. Kennedy, atau Martin Luther King Jr. Posisi tersebut konon dianggap sebagai bentuk penghormatan terakhir.

Masalahnya, waktu kematian ketiga tokoh tersebut berbeda dan tidak berkaitan dengan pukul 10:10. Tidak ditemukan bukti sejarah yang menunjukkan industri jam menggunakan posisi tersebut sebagai penghormatan kepada mereka.
Mitos lain menghubungkan 10:10 dengan tragedi bom atom Hiroshima dan Nagasaki. Cerita ini juga sering beredar, tetapi tidak terdapat bukti historis yang mendukung hubungan antara peristiwa tersebut dan posisi jarum jam.
Lalu, bagaimana sebenarnya posisi 10:10 menjadi begitu populer? Ternyata, standar tersebut tidak selalu digunakan dalam iklan jam tangan. Pada periode sebelumnya, posisi 8:20 justru cukup sering digunakan.
Penelitian Karim dan rekan-rekannya yang diterbitkan dalam Frontiers in Psychology pada 2017 mencatat bahwa posisi 10:10 mulai semakin dominan dalam iklan jam tangan sejak sekitar 1950-an.
Perubahan tersebut kemungkinan berkaitan dengan pertimbangan praktis dan estetika dalam fotografi produk. Posisi 10:10 memberikan komposisi yang seimbang sekaligus menjaga logo serta elemen penting pada dial tetap terlihat.
Penelitian yang sama juga menunjukkan bahwa posisi jarum dalam iklan bukan sekadar keputusan acak. Tampilan jam dapat memengaruhi bagaimana seseorang mempersepsikan dan memberikan penilaian emosional terhadap produk.
Dalam eksperimen mereka, posisi 10:10 mendapatkan penilaian kesenangan yang lebih tinggi dibandingkan beberapa posisi lain. Temuan ini menunjukkan bahwa penempatan jarum memang dapat memiliki pengaruh terhadap persepsi konsumen.
Namun, penelitian tersebut tidak membuktikan bahwa Timex, Rolex, atau Seiko merupakan pihak yang secara spesifik pertama kali menetapkan 10:10 sebagai standar industri.
Dengan demikian, sejarah 10:10 sebaiknya tidak disederhanakan menjadi cerita tentang satu merek atau satu peristiwa. Popularitasnya merupakan hasil evolusi desain, periklanan, dan pertimbangan visual.
Jadi, ketika melihat jam menunjukkan 10:10 dalam sebuah iklan, Anda tidak sedang melihat penghormatan terhadap tokoh sejarah atau tragedi tertentu. Anda sedang melihat hasil evolusi strategi visual industri jam tangan.
Mengapa Kadang 10:08 atau 10:11?
Jika 10:10 sudah dianggap sebagai posisi ideal, mengapa beberapa iklan jam tangan justru menampilkan 10:08, 10:09, atau 10:11? Perbedaannya memang kecil, tetapi bukan tanpa alasan.

Dalam fotografi produk, perubahan beberapa menit dapat memberikan ruang tambahan bagi elemen-elemen pada dial. Jarum menit yang sedikit bergeser bisa membuat indeks, logo, atau detail tertentu terlihat lebih jelas.
Posisi 10:08 misalnya, memberikan komposisi yang hampir identik dengan 10:10, tetapi menghasilkan sudut jarum yang sedikit berbeda. Bagi fotografer, perubahan kecil ini dapat membantu mendapatkan tampilan dial yang lebih seimbang.
Hal serupa berlaku pada posisi 10:09 atau 10:11. Produsen tidak selalu harus mengikuti angka 10:10 secara mutlak. Yang lebih penting adalah bagaimana keseluruhan dial terlihat ketika difoto.
Jarum detik juga dapat menjadi pertimbangan. Pada jam dengan tiga jarum, posisi jarum detik sering diarahkan ke area tertentu untuk menghindari tumpang tindih dengan jarum lain atau tulisan pada dial.
Dengan demikian, variasi seperti 10:08 atau 10:11 sebenarnya menunjukkan bahwa standar fotografi produk cukup fleksibel. Prinsip utamanya tetap sama: menciptakan tampilan jam yang rapi, proporsional, dan mampu menonjolkan desain secara maksimal.
Kesimpulan
- Rangkuman: Kebiasaan menampilkan jam 10:10 adalah kombinasi antara kepraktisan pameran produk (logo & fitur terlihat jelas) serta strategi psikologi pemasaran (smile effect).
- Penutup/Closing Statement: Sebuah detail kecil yang terencana dengan matang, membuktikan bahwa industri jam tangan sangat memperhatikan detail estetika hingga ke detil terkecil.
